Month: March 2020


Polda Jawa Tengah berhasil menggrebek 7 buah pabrik palsu yang beroperasi di Wonogiri dan Gunungkidul. Masing-masing pabrik tersebut sudah beroperasi sekitar 5 tahunan dengan omzet yang luar biasa, rata-rata Rp. 1.2 M per tahun.

Polisi Grebek Pabrik Pupuk Palsu di Wonogiri dan Gunungkidul

Pengungkapan pupuk palsu ini awalnya dari keluhan petani di Desa Planggu Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten pada pupuk merk NPK-PHONSKA yang dibuat oleh PT. Petrokimia Gresik. “Petani akhirnya melaporkan ke Polres Klaten yang kemudian dilakukan penyelidikan sampai mengarah ke TKP di Wonogiri dan Gunungkidul,” kata Kapolda Jawa Tengah, Irjen Rycko Amelza Dahniel ketika ia memimpin penggrebekan togel di Wonogiri, Kamis (27/2).

Pupuk palsu tersebut pasalnya dibeoi oleh petani-petani dari Suparlan (47), seorang warga Dukuh Jateng, Kecamatan Gunung Kidul, DIY, awal Januari 2020. Para petani kemudian merasa pupuk yang mana sebanyak 383 sak terasa aneh. Pupuk yang dibeli mereka terasa lengket di tangan, mudah hancur dan tanaman yang diberi pupuk pun tak berkembang. Tak Cuma itu, jahitan sak-nya tidak rapi juga dan cetakan sablonnya bahkan mudah luntur.

Dari keanehan itu lah petani sempat membanding-bandingkan dengan pupuk yang merknya sama yang dibeli dari tempat berbeda sebelumnya. Kemudian setelah membandingkannyda, kecurigaan makin kuat. Para petani ini langsung melaporkan kasus ini ke Polres Klaten yang mana kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan dari pihak polisi. Sampai akhirnya, mereka berhasil meringkus Suparlan, pemasok pupuk ke petani.

Dari keterangan Suparlan, polisi kemudian mendapatkan nama lainnya. Nama lain itu adalah Achmad Yani (46), seorang warga Sidokumpul Kabupaten Gresik. Pengembangan kasus ini akhirnya berujung pada penggrebekan tujuh pabrik pembuat pupuk palsu ini.

Empat buah parbrik yang digrebek berlokasi di Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri dan 3 pabrik lainnya di Kecamatan Gunung Kidul, Yogyakarta. Polisi telah menetapkan enam orang tersangka juga dari kasus pupuk palsu ini. Tersangka-tersangka tersebut menjalani pemeriksaan mendalam. Dari hasil penyelidikanm pupuk palsu ini pasalnya terbuat dari bahan-bahan seperti misalnya cairan mikroba, kaolin, baras dan kalsit.

Untuk pabrik yang terletak di Gunungkidul, pupuk palsunya dicampur dengan kotoran kelelawar untuk menciptakan aroma pupuk aslinya. “Bahan-bahannya yang dipakai itu kaolin, kalsit, baras dan cairan mikroba. Tapi yang di Gunungkidul dicampur kotoran kelelawar agar seperti bau pupuk asli,” imbuhnya.

Pabrik Pupuk Palsu Juga digrebek di Jawa Barat

Bukan kali pertamanya pabrik pupuk palsu digrebek oleh polisi di Indonesia. Selain di Wonogiri dan Yogyakarta, polisi juga berhasil membongkar sindikat produsen serta distributor pupuk palsu yang berasal dari Jawa Barat, dan di antaranya adalah satu orang pemilik pabrik dan tiga lainnya sebagai distributor.

Kasus pupuk palsu ini terungkap berkat prises penyelidikan panjang yang berlangsung selama 2 bukan. Penyelidikan itu bermula dari aduan yang disampaikan oleh masyarakat yang membeli pupuk tersebut. Dari penyelidikan tersebut polisi akhirnya berhasil menemukan keberadaan pabrik pupuk palsu itu. Dan pabriknya beroperasi di kawasan Sukabumi.

“Mereka membuat dan menyebarkan (pupuk) dengan motif ekonomi, penyebarannya bahkan sudah sampai ke Aceh,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya di Jakarta beberapa waktu lalu.

Saat itu empat tersangka tersebut langsung dijerat dengan pasal berlapir dalam undang-undang yang diantaranya adalah mengatur soal perlindungan konsumen, system budaya tanaman, perindustrian, dan perdagangan.