Category: BERITA OLAHRAGA


Juara tinju kelas berat sabuk WBC, Tyson Fury mengaku bahwa Belum lama ini dirinya juga menjadi korban rasialisme. hal tersebut disampaikan dalam sebuah wawancara terkait dengan kematian salah seorang pria afro-amerika yang belum lama ini terjadi di Minneapolis, Amerika Serikat, George Flyod.

 

Tyson Fury Pernah dan Masih Alami Rasisme

Tewasnya Flyod, di mata Fury tak bisa diterima apalagi pria tersebut mati di tangan petugas Kepolisian. dirinya juga menyebut bahwa memerangi rasialis menjadi tantangan besar bagi petinju 30 tahun tersebut setiap tahunnya. “Saya seorang pria kulit putih dan saya mengalami rasialisme pada 2020 karena saya adalah pendatang, saya berasal dari latar belakang etnis,” ungkapnya dilansir dari CNN Indonesia.

 

“Bahkan ketika hari ini ada pergi ke pub, bar, restoran dan dibilang ‘Kami tidak membiarkan pendatang masuk, tidak ada pendatang yang diizinkan, orang Gypsy, atau pendatang’,”  kata Fury menambahkan.

 

Fury sendiri menganggap bahwa perlakuan rasialisme letak saja menimpa pada mereka yang berkulit hitam namun juga kulit putih sepertinya. Memerangi rasialisme ini pernah dilakukan pada tahun 2016. pada saat itu dirinya dan istrinya Paris mesti keluar masuk restoran di Inggris karena mendapatkan Serangan rasialisme yang disebabkan oleh latar belakangnya sebagai warga asal Irlandia yang menetap di Inggris. Bahkan, serangan tersebut didapatkannya saat ia menjadi juara dunia kelas berat.

 

“Jadi bukan hanya orang kulit hitam yang mengalami rasialisme saja. Saya pikir pendatang adalah bentuk rasialisme yang paling sering didapatkan di Inggris dan di seluruh dunia,” tambahnya lagi.

 

“Ini memang mengerikan karena anda tidak bisa menilai semua orang dengan sama,” tuturnya melanjutkan.

 

Fury memberikan dukungan dalam kematian George Flyod karena pernah merasakan perlakuan rasialisme yang dirasakan oleh pria tersebut. Petinju yang lahir di Manchester tersebut merasa perilaku rasionalisme sangat perlu diubah oleh semua orang di dunia.

 

Pemain NBA yang Alami Kebrutalan Polisi Seperti George Flyod

Ternyata tidak hanya Tyson Fury saja yang pernah mengalami rasialisme dan juga ketidakadilan hanya karena latar belakang etnis yang dimilikinya. Pebasket NBA, Thabo Sefolosha, pasalnya mengaku bahwa dirinya juga pernah mengalami kasus ketidakadilan dan juga berujung pada kebrutalan polisi di Amerika Serikat seperti yang dialami oleh mendiang George Flyod.

 

Sefolosha yang saat ini bermain toto hk untuk Houston Rockets tahu sekali betapa kejamnya polisi terhadap orang kulit hitam. peristiwa nahas tersebut diceritakannya terjadi pada tahun 2015 yang lalu saat dirinya masih bermain untuk Atlanta Hawks.Oleh karena itu ketika dirinya melihat apa yang dialami oleh benda Flyod, pemain basket yang berasal dari Swiss tersebut nggak pernah merasakan hal yang sama.

 

“Saya pikir, setiap kulit hitam yang ada di Amerika, menurut pendapat saya yang sudah tinggal 14 tahun di sini, bisa merasakan hal itu,” ujarnya dikutip dari CNN Indonesia.

 

“Ini adalah intimidasi yang hebat. Saya pikir itu hanya penyalahgunaan kekuasaan yang pernah anda lihat di prasekolah, intimidasi di sekolah menengah dan pada tingkat yang tinggi sehingga orang-orang harus muak dan sesuatu harus dilakukan untuk menyelesaikan itu,”

 

Dirinya bercerita a pada saat itu adalah tanggal 8 April 2015 saat dirinya bersama dengan rekannya di Hawks, Pero Antic, asal Makedonia, ditangkap tepatnya di dekat tempat penikaman forward Indiana pacers saat itu Chris Copeland, dan juga 2 wanita di luar sebuah klub malam yang terletak di New York.  saat itu polisi mengatakan bahwa dirinya dan Antic tak terlibat dalam pernikahan tersebut. Namun mereka dituduh oleh Polisi melakukan pelanggaran ringan termasuk perilaku tidak tertib dan juga menghalangi administrasi pemerintah.