Category: FILM HOROR


Setelah film Knives Out menuai reaksi dan komentar positif, rumah produksinya, Lionsgate, langsung memastikan bahwa mereka akan menggarap sekuelnya. Sutradara Rian Johnson pun juga sudah mengumumkan kepastian ini ketika pesta Lionsgate jelang Golden Globe Awards 2020. Dirinya mengaku sejak mengembangkan cerita yang berpusat pada karakter Benoit Blanc yang diperankan oleh Daniel Craig.

Sekuel Sudah digarap Langsung

Dalam film Knives Out, diceritakan Blanc adalah detektif swasta yang mengungkap kasus pembunuhan. Dengan pengumuman ini, maka karakter yang diperankan oleh Craig itu dipastikan bakal kembali juga. Produser Ram Bergman sendiri pun juga sudah mengatakan bahwasanya Craih sangat ingin bisa kembali memerankan Blanc.

“Daniel sangat amat senang melakukannya. Dan dia ingin melakukannya lebih banyak lagi,” ungkao Bergman seperti dilansir dari CNN Indonesia. Sementara kita menunggu proses produksi sekuel, film Knives Out tang mana tayang perdana pada tanggal 27 November 2019 lalu masih dapat disaksikan di sejumlah bioskop di Indonesia.

Film ini bercerita soal Harlan Thrombey (Christopher Plummer), seorang penulis novel misteri yang kaya raya. Di hari ulang tahunnya yang ke-85, ia ditemukan tewas secara misterius. Keluarga Harlan kemudian dikumpulkan seminggu setelah sang penulis tewas tergorok lehernya. Mereka kemudian diinvestigasi satu per satu untuk menemukan benang kusut terkait kematian Harlan. Mereka mesti berhadapan dengan Blanc yang mana datang untuk menyelidiki insiden ini. Untuk memecahkan misteri kematian Harlan ini, sang detektif mulai berbicara pada seluruh anggota keluarga yang mana datang di hari ulang tahunnya. Ia memilah sekecil apapun petunjuk hanya untuk menemukan dalang di balik pembunuhan sang novelis terkenal tersebut.

Film dengan genre misteri pembunuhan dan juga komedi ini ditulis, dan diproduksi serta disutradarai oleh Johnson. Pada ajang Golden Globe Awards ke-77, film Knives Out menerima 3 buah nominasi dalam katehori Musikal atau Komedi, yaitu Best Motion Pictures, Best Actor bagi Craig dan juga Best Actress bagi de Armas.

Dilansir dari CNN Indonesia, film ini dibuat dengan biaya yang cukup fantastis, yaitu USD40 juta atau jika dirupiahkan setara dengan Rp. 555 Miliar dan telah meraup USD 247 juta.

Dapatkan Review Positif

Seperti yang sudah disebutkan di atas, film Knives Outini mendapatkan ulasan yang positif. Setelah ditayangkan perdana pada Festival Film Internasional Toronto 2019, film ini langsung digadang-gadang masuk ke nominasi Piala Oscar juga. Tidak Cuma bertabur bintang kawakan Hollywood, film ini pun menuai respons yang sangat positif dari kritikus-kritikus film.

Dinilai bahwa plot ceritanya menarik yang mana didukung dengan naskah dan kekuatan masing-masing karakter. Dan ini lah yang menjadi poin utama dari film dengan genre misteri pembunuhan dan komedi ini. Kisah film ini membawa karakter-karakter yang memiliki latar belakang berbeda-beda dan sangat menarik karena mereka memiliki misterinya masing-masing ketika berbincang-bincang dengan detektif. Mereka semua memiliki potensi sangat kuat jadi tersangka. Jadi detektif Blanc harus bekerja lebih keras lagi demi mengungkap siapa pelaku utamanya.

Film ini memang membuat penontonnya menerka-nerka sebenarnya siapa pembunuh Harlan dan apa yang terjadi di balik kematian dengan motif harta ini. Secara perlahan, penonton dibuat makin deg-deg an dengan apa yang Knives Out coba sampaikan. Ini yang kemungkinan menjadi pertimbangan produser dan sutradara membuat sekuel film yang layak disaksikan lebih lanjut kisahnya.

 


Bagi Anda para penggemar film horror satu lagi rekomendasi film seram untuk mengisi liburan Natal dan Tahun Baru Anda, yaitu Black Christmas.Di Indonesia film slasher ini sudah dapat disaksikan sejak tanggal 13 Desember 2019.Garis besar ceritanya adalah tentang petualangan yang dilakukan sekelompok pemuda pada malam Natal sehingga cocok ditonton pada suasana Natal demikian ini.

Sebagaimana dilansir dari media Screen Rant, Black Christmas adalah film Remake yang sudah pernah diproduksi di Kanada pada tahun 1974. Di zaman modern film tersebut dibuat ulang dengan penambahan efek sinematografi yang semakin mencekam.Anda penasaran?Simak ulasannya.

Sinopsis singkat film Screen Rant

Yang membuat unsur mencekam dari film ini semakin terasa adalah alur ceritanya yang menghubungkan horror Halloween dan malam Natal.Film Black Christmas disutradarai oleh Sophia Takal, sementara penulis naskahnya adalah April Wolfe.

Di bulan Juni 2019, Blumhouse Production mempublikasikan bahwa film Black Christmas sedang diproduksi. Proses pengambilan gambar dilakukan mulai bulan Juli di negara Selandia Baru dan menggunakan latar belakang lokasi sebuah universitas yang terkenal di sana.

Film ini mengisahkan tentang 4 orang mahasiswi Hawthorne College yang bersahabat dan keempatnya kebetulan tak mengisi malam natal dengan berlibur.Pada suatu malam mereka bertemu dengan seorang berjubah hitam yang mengikuti mahasiswi dari kampus tersebut.

Tak sekedar menguntit satu per satu mahasiswi ditemukan tewas oleh sang penguntit misterius tersebut. Tak ingin mengalami nasib yang sama seperti teman-teman kampusnya keempat gadis ini lalu memutuskan untuk menyelidiki kasus tersebut.

Tak hanya mengangkat tentang petualangan para gadis ini untuk membongkar kasus tersebut, dalam film ini juga ada cerita tentang seorang mahasiswi yang melawan pelecehan seksual di lingkungan universitasnya. Inilah salah satu daya tarik film Black Christmas, yaitu latar belakang yang berbeda-beda dari para gadis karakter utamanya.

Walaupun bergenre thriller, horror, dan misteri, serta memperlihatkan adegan sadis, namun film ini di Amerika memiliki rating PG-13.Jadi para remaja juga dapat menontonnya.

Fakta-fakta film Black Christmas                       

Inilah fakta-fakta yang perlu Anda ketahui tentang film Black Christmas sebelum menyaksikannya di layar lebar.

  1. Film sepanjang 1½ jam ini mendapuk para aktris muda popular mulai dari Lily Donoghue, Caleb Eberhardt, Brittany O’Grady, Simon Mead, dan Aleyse Shannon. Pada versi pertamanya dahulu film besutan Bob Clark tersebut merupakan film horror terbaik di zamannya. Black Christmas juga pernah diproduksi ulang di tahun 2016 tetapi mendapat keceman tajam dari kritikus.
  2. Pada proses pasca produksi, semula Black Christmas mendapat rating restricted atau khusus dewasa. Setelah uji coba pemutaran perdana, film tersebut lalu diedit ulang demi mendapatkan rating PG-13. Alasannya konon untuk mendapatkan market yang lebih luas dan merealisasikan harapan film ini termasuk dalam tangga box office.
  3. Sutradara film ini, Sophia Takal, adalah sineas asal New Jersey yang pernah membintangi segmen Second Honeymoon pada platform film omnibus V/H/S. Selain itu dia juga seorang produser serta menulis beberapa naskah film.
  4. Dibandingkan film horror lain di kelasnya, Black Christmas hanya membutuhkan budget 5 juta USD atau sekitar 70 miliar rupiah. Sementara pengambilan gambar berlangsung 27 hari di beberapa daerah di Selandia Baru, yaitu Omaru, Dunedin, dan Universitas Otago.
  5. Film horror ini juga termasuk proyek dengan pengerjaan sangat cepat. Pada sebuah interview, Takal mengaku jika dirinya mendapat tawaran proyek tersebut pada bulan Maret 2019 dan film Black Christmas dirilis bulan Desember 2019.