Category: BERITA OLAHRAGA


Situasi sekarang sepertinya tidak menguntungkan bagi Liverpool. Bagaimana tidak, setelah mendapatkan kekalahan yang tidak menyenangkan dari Everton, kini Liverpool harus menghadapi adanya pemain yang cedera yaitu Henderson. Dengan keadaan ini tentu pelatih, Jurgen Klopp semakin pusing dan membuat dirinya harus memutar otak untuk bisa meramu skuaq yang lebih kuat dan lebih maksimal demi mendapatkan tiga poin di dalam laga lanjutan Liga Inggris di pekan mendatang.

 

Liverpool Alami Tren Buruk

Keadaan The Reds sepertinya memang sedang tidak baik. Kekalahan memalukan dengan sekor 0 – 3 dari Everton membuat Klopp merasa terjungkal. Ini merupakan kekalahan ke empat kali secara berturut turut yang membuat Everton semakin besar kepala. Sebelum pertandingan memalukan ini, Liverpool pun mengalami kekalahan yang mengecewakan di mana tim harus kalah dari Brighton & Hove Albion, kalah dari Manchester City dan kalah dari Leicester City akibat performa yang kurang maksimal dari skuadnya.

 

Kekalahan ini pun semakin terasa tidak menyenangkan setelah sang kapten, Jordan Henderson mengalami cedera daftar slot pakai dana di tengah pertandingan. Karenanya, pemain tersebut ditarik keluar untuk diperiksa digantikan oleh Nathaniel Philips. Dengan ini, Henderson seakan sedang menambah panjag tren buruk Liverpool dan menambah daftar pemain yang cedera setelah Virgil van Dijk, Joe Gomez, Joel Matip, Fabinho, dan Diogo Jota. Setelah perlawannya kepada Everton selesai, Henderson segera di bawa ke ruang perawatan untuk menjalani serangkaian tes.

 

Beberapa hal yang dialami oleh tim sekelas The Reds sebenarnya sedang dialami juga oleh banyak tim raksasa lain. Barcelona, Manchester United dan beberapa tim lain di seluruh dunia mengalami penurunan performa. Bisa saja ini diakibatkan adanya kekurangan pertandingan di masa pandemi sehingga pemain menjadi lebih kaku dibandingkan biasanya. Namun saat ini belum ada permasalahan yang diteliti lebih dalam mengenai alasan mengapa banyak tim besar menjadi kekurangan performa.

 

Henderson Masih Diperiksa Tim Medis

Sampai saat ini belum diketahui apa yang menjadikan Henderson cedera. Kemungkinan besar adalah karena adanya rasa sakit di pangkal paha. Namun pemeriksaan lebih lanjut terus dilakukan. Semoga saja Henderson bisa segera pulih untuk memperkuat skuad dan memberikan banyak kontribusi di dalam pertandingan selanjutnya. Saat ini Liverpool harus bisa menjadi tim yang lebih mahir berstrategi di Liga Inggris untuk memastikan bahwa performa dan posisinya tidak tergantikan oleh tim yang lain. Saat ini Liverpool berada di posisi tidak menguntunkan.

 

Cedera yang dialami oleh Henderson yang jelas telah membebani pikiran pelatih lebih dalam lagi. Klopp semakin pusing untuk mengotak atik susunan pemain dan melakukan bongkar pasang atas strategi yang sudah diterapkannya selama ini. Selama ini Henderson selalu ditempatkan sebagai pemain bek bagian tengah. Karena Henderson mengalami cedera maka dia membutuhkan waktu untuk memutuskan siapa pemain yang cocok untuk bagian tersebut. Sepertinya Naby Keita adalah pemain yang pantas sejauh ini.

 

Di Liga Inggris, posisi tim sedang ada di zona yang tidak terlalu baik. Peringkat enam di klasemen sementara dengan perolehan poin sebanyak 40 poin. Pemain bek tengah dipersiapkan seperti Ozan Kabak. Sedangkan pemain baru seperti Philips dan Rhys masih belum bisa dipercaya oleh Klopp karena masih belum bisa menampilkan performa yang mengesankan bagi Klopp. Akankah tim menjadi lebih baik dengan sedikit pergantian posisi dan pemain yang ada? Lihat saja dalam pertandingan leg selanjutnya.

 


Juara tinju kelas berat sabuk WBC, Tyson Fury mengaku bahwa Belum lama ini dirinya juga menjadi korban rasialisme. hal tersebut disampaikan dalam sebuah wawancara terkait dengan kematian salah seorang pria afro-amerika yang belum lama ini terjadi di Minneapolis, Amerika Serikat, George Flyod.

 

Tyson Fury Pernah dan Masih Alami Rasisme

Tewasnya Flyod, di mata Fury tak bisa diterima apalagi pria tersebut mati di tangan petugas Kepolisian. dirinya juga menyebut bahwa memerangi rasialis menjadi tantangan besar bagi petinju 30 tahun tersebut setiap tahunnya. “Saya seorang pria kulit putih dan saya mengalami rasialisme pada 2020 karena saya adalah pendatang, saya berasal dari latar belakang etnis,” ungkapnya dilansir dari CNN Indonesia.

 

“Bahkan ketika hari ini ada pergi ke pub, bar, restoran dan dibilang ‘Kami tidak membiarkan pendatang masuk, tidak ada pendatang yang diizinkan, orang Gypsy, atau pendatang’,”  kata Fury menambahkan.

 

Fury sendiri menganggap bahwa perlakuan rasialisme letak saja menimpa pada mereka yang berkulit hitam namun juga kulit putih sepertinya. Memerangi rasialisme ini pernah dilakukan pada tahun 2016. pada saat itu dirinya dan istrinya Paris mesti keluar masuk restoran di Inggris karena mendapatkan Serangan rasialisme yang disebabkan oleh latar belakangnya sebagai warga asal Irlandia yang menetap di Inggris. Bahkan, serangan tersebut didapatkannya saat ia menjadi juara dunia kelas berat.

 

“Jadi bukan hanya orang kulit hitam yang mengalami rasialisme saja. Saya pikir pendatang adalah bentuk rasialisme yang paling sering didapatkan di Inggris dan di seluruh dunia,” tambahnya lagi.

 

“Ini memang mengerikan karena anda tidak bisa menilai semua orang dengan sama,” tuturnya melanjutkan.

 

Fury memberikan dukungan dalam kematian George Flyod karena pernah merasakan perlakuan rasialisme yang dirasakan oleh pria tersebut. Petinju yang lahir di Manchester tersebut merasa perilaku rasionalisme sangat perlu diubah oleh semua orang di dunia.

 

Pemain NBA yang Alami Kebrutalan Polisi Seperti George Flyod

Ternyata tidak hanya Tyson Fury saja yang pernah mengalami rasialisme dan juga ketidakadilan hanya karena latar belakang etnis yang dimilikinya. Pebasket NBA, Thabo Sefolosha, pasalnya mengaku bahwa dirinya juga pernah mengalami kasus ketidakadilan dan juga berujung pada kebrutalan polisi di Amerika Serikat seperti yang dialami oleh mendiang George Flyod.

 

Sefolosha yang saat ini bermain toto hk untuk Houston Rockets tahu sekali betapa kejamnya polisi terhadap orang kulit hitam. peristiwa nahas tersebut diceritakannya terjadi pada tahun 2015 yang lalu saat dirinya masih bermain untuk Atlanta Hawks.Oleh karena itu ketika dirinya melihat apa yang dialami oleh benda Flyod, pemain basket yang berasal dari Swiss tersebut nggak pernah merasakan hal yang sama.

 

“Saya pikir, setiap kulit hitam yang ada di Amerika, menurut pendapat saya yang sudah tinggal 14 tahun di sini, bisa merasakan hal itu,” ujarnya dikutip dari CNN Indonesia.

 

“Ini adalah intimidasi yang hebat. Saya pikir itu hanya penyalahgunaan kekuasaan yang pernah anda lihat di prasekolah, intimidasi di sekolah menengah dan pada tingkat yang tinggi sehingga orang-orang harus muak dan sesuatu harus dilakukan untuk menyelesaikan itu,”

 

Dirinya bercerita a pada saat itu adalah tanggal 8 April 2015 saat dirinya bersama dengan rekannya di Hawks, Pero Antic, asal Makedonia, ditangkap tepatnya di dekat tempat penikaman forward Indiana pacers saat itu Chris Copeland, dan juga 2 wanita di luar sebuah klub malam yang terletak di New York.  saat itu polisi mengatakan bahwa dirinya dan Antic tak terlibat dalam pernikahan tersebut. Namun mereka dituduh oleh Polisi melakukan pelanggaran ringan termasuk perilaku tidak tertib dan juga menghalangi administrasi pemerintah.